Pendakian ke gunung mulai ngetren nih akhir-akhir ini. Kali ini bebaslepas pengen nge-share pengalaman pertama mendaki gunung. Gunung yang satu ini udah terkenal dan hampir setiap pekan selalu rame pendaki. Namanya Gunung Gede. Dengan bermodal kegantengan, bebaslepas ternyata bisa juga mencapai puncak Gede.
Pertama-tama, bebaslepas bersama 4 orang teman lainnya berangkat dari Terminal Kampung Rambutan dan naik bus jurusan Bandung kemudian turun di Cibodas. Ongkosnya kalau gak salah 15rb dan lama perjalanan sekitar 2 jam. perjalanan kami lakukan Jumat malam, jadi pemandangannya gelap (baca: tidur :mrgreen: )
Gak terasa, tiba-tiba udah nyampe aja di pintu masuk kebun raya Cibodas. Ya iya gak terasa, kan tidur pulas. Oke, suhu udah mulai dingin. Untuk sampai ke gerbang Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) kita harus naek angkot dengan ongkos 5 ribu/orang. Sekitar 10 menit sampailah kita di tujuan.
Ceritanya ini kan malam, jadi tetep harus tidur dulu (ini kok tidur aja). Kami tidur di warung sekitar situ, kebetulan banyak warung disitu jadi bisa pilih mau numpang naruh barang atau tidur di warung yang mana. Sebelum tidur nyempatin dulu ngopi, dan kemudian tidur untuk mengisi stamina untuk mencapai puncak Gede.
Bebaslepas pun bisa gak bisa tidur nyenyak! Bukan karena ada dangdutan disebelah, tapi karena kedinginan cuy. Udah pake jaket, selimut, kaoskaki, masih nembus juga dinginnya. Mau gak mau ya tetep aja dipejamkan matanya.
Oke, sudah pagi. Sekitar jam 5 kami bangun, sarapan, dan langsung berangkat. Saat itu kami mulai perjalanan sekitar jam 6 pagi.
Kita start dari 0. Btw, bukan tulisan “homo” ya
Sampai di pos pertama bayar restribusi. Oke karena gak tahan pengen cepat sampe kita lanjutkan perjalanannya. Gak lama kami udah sampai di puncak Gede. Tamat. Eh maksudnya sampai di Rawa Gayonggong. Disini ada jembatan dari kayu yang lumayan panjang. Tuh dari sini keliatan jelas di depan ada Gunung Pangrango.
Rawa Gayonggong. Di depannya ada Pangrango
Lanjut lagi perjalanan. Kondisi jalan makin ekstrim. Naik, naik, naik, agak turun.. dst. Batu-batunya menghiasi jalan setapak kami. Kita juga bakalan ngelewati telaga biru dan pertigaan menuju air terjun Ciberem. Kalau telaga birunya lagi kering, nggak kayak foto-foto di internet :D jadi skip kami lewati. Air Terjun Ciberem juga kami lewati supaya cepat sampe puncak.
Kemudian sampai lah kami di sumber air panas. Air panasnya terjun gitu cuy. Sebelah kita ada air panas yang mengalir ke kanan terus terjun ke jurang. Berarti kita harus nyebrangi air panas ini. Disini harus super hati-hati. Kita ngelewati air panas di atas batu, sebelah kiri dinding tebing, sebelah kanan jurang. Greget. Kalau bawaan kita santai dan hati-hati pasti bisa lah, yang penting nginjak batunya jangan sampai terpeleset.
Naik naik naik terus ngikutin trek menuju puncak Gede dan sampailah kita di pusat bumi perkemahan Kandang Batu. Disini salah satu tempat ngecamp para pendaki. Karena gak niat ngecamp disitu, jadi kami lanjut lagi berjalan. Tap tap tap, lama-lama makin panas nih kaki. Bebaslepas udah ngos-ngosan juga nih, makin lambat gerakan langkah kakinya.
Terus kami sampai di Air Terjun Pancaweleuh. Wiiih ada air, kesempatan ngisi airnya ke botol buat persediaan minum :D Foto-foto bentar, lanjut lagi kita mendaki dan sampailah di bumi perkemahan Kandang Badak.
Disini kami istirahat lumayan lama, mungkin sekitar 30 menit. Makan jajan, minum, pokoknya mulihkan stamina lah. Mulai dari sini nih treknya mulai lebih ekstrim lagi. Treknya naik terus, kali ini batu-batuan mulai berkurang diganti sama akar-akar pohon. Buseet naik terus nih cuy, padahal kaki udah sakit-sakit.
Dengan kecepatan yang konstan secepat siput, lalu kami dihadapkan dengan tanjakan yang ngeri, nama tanjakannya tanjakan setan. Bukan karena lagi syuting Dunia lain, tapi tanjakannya itu lo yang ekstrim. Kalau kita hati-hati menapakkan kaki dan pegangan kuat, insyaallah aman. Terlebih lagi yang bawa bebas seperti carrier harus lebih hati-hati menanjaknya.
Setelah sampai di atas tanjakan, ternyata jalanan makin terlihat jelas. Ya… jelas makin mendaki. Kalau udah sampai diatas berarti udah sampai di Puncak Gede nih. Tapi masalahnya Puncak ternyata lumayan jauh, dan treknya semakin mendaki. Dengan kegantengan bebaslepas, ku langkahkan kaki ini dengan pelan :mrgreen:
Akhirnya udah gak dibawah pohon lagi nih, kita dihadapkan sama pinggiran kawah di Gunung Gede. Widih akhirnya sampe juga perjalanan bebaslepas menuju puncak Gede dan berada di ketinggian 2958 mdpl. Aseli keren nih kawah Gede. Kita juga bisa berjalan menyusuri pinggiran kawah. Tetangganya juga keliahatan, si gunung Pangrango.
Untuk wisata mendaki Puncak Gunung Gede bisa menjadi tujuan. Apalagi kalian yang berada di Jabodetabek pasti sering main-mainnya kesini. Wisata yang murah, seru, dapat hasil yang memuaskan dan kaki pegal. Oke sekian dulu, udah kepanjangan nih ceritanya. Selamat menikmati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar